Kamis, 01 Agustus 2019

Penegertian Linear Layout, Relative Layout, dan Constrait Layout di Android Studio

Pengertian LinearLayout, RelativeLayout, dan 
ConstraintLayout di Android Studio
 

Halo semua, terimakasih telah berkunjung ke artikel saya ini.

Pasti kalian para develover android yang masih baru pasti sedang kebingungan tentang penggunaan LinearLayout, RelativeLayout, atau ConstraintLayout kan ??
Tentu saja.. Gak mungkinkan yang baca artkel ini ingin belajar tentang memasak?

Hahaha, basa basi sedikit ya semua. Biar akrab kita.


Oke.. Kita mulai saja pembahasannya.




LinearLayout

 

LinearLayout merupakan layout yang menempatkan satu view saja, baik secara vertikal atau horizontal (per-baris/kolom). Setiap view yang ditempatkan akan saling berurutan satu dengan yang lain.

Layout ini digunakan ketika kita ingin membuat tampilan pada suatu aplikasi, yang membutuhkan keseimbangan antara satu view dengan view lainnya.



Vertikal Linear LayoutHorizontal Linear Layout

Dapat diliat, diatas merupakan gambaran tata letak secara vertikal dan horizontal.

Penggunaan LinearLayout yang vertikal/horizontal, dapat digunakan bersamaan dalam satu activity atau aplikasi.

Note : activity dan aplikasi itu berbeda. Activity merupakan bagian dari aplikasi/fragment-nya saja. Sedangkan aplikasi merupakan kumpulan dari activity yang saling terkait satu dengan yang lainnya.

Contohnya seperti instagram. Pada instastory, menggunakan horizontal LinearLayout yang berada didalam ScrollView  yang horizontal. 
Dan tampilan Home menggunakan vertikal LinearLayout yang berada di dalam ScrollView yang vertikal.

"Wahh.. Apa lagi itu bang ScrollView??"

*Sedikit tambahan, jadi ScrollView merupakan view/tampilan yang dapat kita scroll. Dan dapat berupa vertikal maupun horizontal.

Vertikal Horizontal Linear Layout
Kira - kita seperti itu gambaran tata letak yang menggunakan vertikal dan horizontal secara bersamaan pada LinearLayout.

Caranya bisa dengan membuat LinearLayout sebagai parent/induk yang membungkus isinya, lalu buat LinearLayout secara horizontal, lalu buat view sesuai kebutuhan, setelah itu buat lagi LinearLayout secara vertikal dan buat view sesuai kebutuhan.




RelativeLayout


Berikutnya ada RelativeLayout. Layout jenis ini lebih fleksibel dibanding LinearLayout, dikarenakan kita dapat mengatur tata letak dari view yang ingin kita tempatkan sesuai dengan kebutuhan.


Relative Layout

Mau ditaruh diatas, dibawah, dikiri, dikanan, bahkan ditimpa view lain juga bisa.

Tapi jika ingin menimpa view dengan view lain, sebaiknya menggunakan FrameLayout. Contohnya <ImageView> di timpa dengan <Button>.




ConstraintLayout


ConstraintLayout  tidak jauh beda dengan RelativeLayout. Sama - sama fleksibel atas pengaturan tata letaknya.

Yang membedakan ConstraintLayout adalah ketika membuat view, view harus ada pengait yang dihubungkan dengan induk view lain atau ke parent layout secara X dan Y (Kiri/kanan dan Atas/Bawah).

Jika tidak dikaitkan/dihubungkan maka akan terjadi error  pada XML.


Constraint Layout

Dan ketika sudah dikaitkan dengan induk view lain. Maka, ketika induk view lain dipindahkan/digerakan, view yang dikaitkan/dihubungkan akan mengikuti.




Kesimpulan


Penggunaan LinearLayout, RelativeLayout, maupun ConstraintLayout, tergantung dari tampilan aplikasi yang ingin kita buat. Kadang semua layout tersebut dapat berada dalam satu activity (didalam layout, ada layout lagi dan lagi dan seterusnya).

Tentu perlu ketelitian dalam mengatur atau memposisikan setiap layout tersebut.

Dan ada banyak cara untuk menyusun setiap tampilan layout android studio. Dan pastinya setiap developer berbeda cara mengkomposisikan setiap layout-nya.
Jadi gunakan kreatifitas kalian ketika membuatnya.


Sekian dari artikel kali ini.

Terima Kasih telah membaca :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar